Aulia Rakhman Tersangka, Timnas AMIN mendukung proses hukum terhadap Aulia Rakhman

Ingeterita.com,Jakarta- Komika Aulia Rakhman yang diduga menghina Nabi Muhammad saat acara ‘Desak Anies’ ditetapkan polisi menjadi tersangka penistaan agama. Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) tidak mentolerir aksi penghinaan terhadap agama.

“AMIN sangat menyesalkan ucapan pelaku, dan pasti tidak setuju atas ucapan tersebut. Memang dalam program ‘Desak Anies’, peserta bebas datang dan bebas bertanya kepada Anies, sebagai batu uji bagi kemampuan Anies menjawab masalah yang ada di masyarakat,” kata juru bicara (jubir) Timnas AMIN, Mustofa Nahrawardaya, kepada wartawan, Minggu (10/12/2023).

Timnas AMIN, kata Mustofa, mendukung proses hukum terhadap Aulia Rakhman. Timnas AMIN membuka ruang untuk menyampaikan pendapat, namun tidak membiarkan penghinaan terhadap agama dan nabi.

“Jadi, kami sangat mendukung berjalannya proses hukum yang setimpal, sesuai dengan perbuatan pelaku yang menyebabkan masyarakat marah atas perilakunya. Dalam agenda-agenda terbuka Anies, masyarakat memang diberi kebebasan berpendapat. Itu sebagai salah satu kode AMIN saat berkuasa nanti,” ujar Mustofa.

“Namun tidak berarti boleh menghina, memaki, atau menyerang kehormatan orang lain. Apalagi menghina Nabi Muhammad. Ini jadi masalah serius kalau dilakukan,” sambungnya.

Jika pasangan AMIN memenangkan Pilpres 2024, Mustofa menyebut AMIN tidak akan mengkriminalisasi pendapat warga negara. Namun, AMIN menegaskan bahwa pelecehan dan penghinaan agama tidak bisa ditolerir.

“Intinya, jika AMIN menang di pemilu nanti, Insyaallah AMIN akan menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi pada setiap warga negara, tapi tegas tidak mentolerir pelecehan dan penghinaan terhadap agama dan keyakinan serta simbol-simbol yang dimuliakan oleh agama apapun di Indonesia. AMIN dalam perjalanan kekuasaannya nanti tidak akan mengkriminalisasi warga negara yang kritis atau mengoreksi kekurangan pemerintah nantinya. Ingat, tidak ada warga negara yang dipidana hanya karena mengkritik pemerintah,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lebih jauh, Mustofa mengatakan program AMIN ke depannya akan merevisi UU ITE sebagai upaya kebebasan berpendapat.

“Maka salah satu programnya nanti, adalah melakukan perbaikan dan perubahan UU ITE ke arah yang lebih baik dan tidak menjadi UU momok masyarakat luas untuk berpendapat dan berekspresi,” imbuhnya.

Aulia Rakhman yang diduga menghina Nabi Muhammad ditetapkan polisi menjadi tersangka. Dia diduga melakukan penistaan agama setelah membawakan materi stand up comedy soal Nabi Muhammad SAW.

“Benar, AR sudah ditetapkan menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik, dilansir detikSumbagsel, Minggu (10/12).

Menurut dia, penetapan komika Aulia Rakhman menjadi tersangka setelah penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Lampung melakukan gelar perkara.

Penetapan AR sebagai tersangka, menurut dia, berdasarkan dua alat bukti dan pemeriksaan saksi serta ahli.

“Tadi malam sudah dilakukan gelar perkara dan sudah ada juga dua alat bukti yang cukup. Kami juga telah melakukan pemeriksaan 7 saksi serta 5 ahli dan hasilnya AR terbukti melakukan penistaan agama hingga ditetapkan menjadi tersangka,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *