Catatan Kecil Tentang Menuju Kesetaraan Perempuan

Nurmaria Sarosa dan Wicaksono Sarosa meluncurkan buku baru berjudul Angin Perubahan dan Kota Tangguh Pasca Korona di Gedung Perpustakaan Pusat Nasional Jakarta 20 Mei 2024

Ingetberita. Com, Jakarta- Judul diatas ada kutipan dari makna yang ingin disampaikan oleh seorang Nurmaria Sarosa. Seorang perempuan yang aktif dan berkiprah diberbagai bidang mulai dari perbankan hingga perdagangan eksport dan impor dengan semangat untuk memberikan paradigma baru terkait dunia femisme Indonesia saat ini.

Dalam kesempterbaru Nurmaria Sarosa menelurkan buku baru berjudul “Angin Perubahan” Catatan Kecil Tentang Pemberdayaan Perempuan Menuju Kesetaraan yang di launching berbarengan dengan karya sang suami Wicaksono Sarosa dengan judul “Kota Tangguh Pasca Korona”, Nurmaria Sarosa ingin menyampaikan ada perubahan yang dibawa dalam bukunya tentang perempuan Indonesia yang mampu menggali potensi dirinya.

“Saya bukan feminis, tapi saya merasa perempuan itu diperlukan sekali untuk menggali potensi dirinya yang sampai saat ini banyak perempuan tidak menggali potensi dirinya untuk menggolkan tujuan pemerintah untuk Indonesia emas 2045,” jelasnya dalam wawancara.

Peluncuran buku Meri sapaan akrab Nurmaria Sarosa di gedung Perpustakaan Pusat Nasional bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei diharapkan menjadi momentum yang tepat memberikan semangat literasi kembali kepada perempuan Indonesia berkiprah untuk negeri.

” Dalam buku ini dirinya juga mengulas perempuan di era digitalisasi nasional, jadi umumnya perempuan itu sedikit-sedikit takut nggak berani, saya nggak bisa dan nggak ngerti padahal penting sekali dalam perubahan digital yang ketat ini kita harus juga mengerti digital. Saya di bidang logistik harus paham masuk digital dan perempuan bisa bersaing internasional,” jelasnya tentang peran perempuan Indonesia.

Dalam bukunya Meri yang juga Komisaris Independen Bank BRI ini mencermati perubahan kaum feminisme Indonesia dari zaman RA Kartini hingga masuk era digital dengan kesetaraan yang akan diraihnya.

Baca juga:  BRI Microfinance Outlook 2024, Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inklusi Keuangan

“Yang saya tulis sejarahnya dari  ibu Kartini memperjuangkan kesetaraan, dari mulai tidak memahami pendidikan tapi lama kelamaan kualitasnya melampaui dan tinggi namun masih banyak yang harus ditingkatkan dari kesetaraan dan masih banyak perempuan yang belum menggali potensi diri dalam mempersiapkan diri terkait stunting dan lainnya,” tambah wanita berkacamata ini dalam membedah buku yang diterbitkannya. (DIA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *