CFDS UGM Bahas Pro Kontra Fenomena Judi Online Di Indonesia

Ingetberita.com, Jakarta –  Center for Digital Society (CfDS) UGM  menggali lebih dalam terkait perbincangan masyarakat seputar pro dan kontra tersebut melalui sebuah riset dengan tajuk “Polemik Judi Online di Indonesia”.

Kajian ini dilakukan oleh tim riset CfDS yang terdiri atas M. Perdana Sasmita-Jati Karim selaku Research Coordinator CfDS dan Amelinda Pandu Kusumaningtyas sebagai Research Officer CfDS, serta para Data Scientist CfDS yaitu Falah Muhammad, Irbah Asfarina, dan Muhammad Yusuf Daffa Izzalhaqqi.

Read More

Dalam mengkaji polemik judi online di Indonesia, CfDS menggunakan metode pengumpulan data yang holistik. Dari bulan Januari tahun 2022, hingga bulan November tahun 2023, CfDS melakukan data scraping di media sosial X dan situs berita terkemuka seperti detik.com, tribunnews.com, kompas.com, cnbcindonesia.com, dan cnnindonesia.com. Pengumpulan data tersebut berfokus pada kata-kata kunci (keywords) “judi online” dan ” judol”. Tak hanya itu, survei sentimen masyarakat juga dilakukan untuk memahami pemahaman dasar publik mengenai judi online, mencakup sumber informasi, pengalaman penggunaan, kemenangan/kekalahan, dan pemahaman risiko kecanduan.

“Kami menganalisis sejumlah 17.250 posts di media sosial X, dan 1.439 artikel beberapa media digital. Diskusi mengenai judi online di Indonesia ini terlihat mulai menjadi tren pada Maret2023, dan semakin memanas hingga Oktober 2023,” ucap Karim.

Puncak pertama dari diskursus publik mengenai judi online di Indonesia ini terjadi pasca naiknya kasus penangkapan salah satu ‘bos’ judi online serta jaringannya di kompleks Cemara Asri, Deli Serdang pada 2022 silam. Tidak lama setelahnya, pada second peak, masyarakat mulai banyak membicarakan tentang bersuaranya beberapa artis papan atas Indonesia – seperti Wulan Guritno, Sule, dan Yuki Kato – perihal promosi kegiatan judi online. “Beberapa media nasional aktif meliput pembicaraan seputar judi online di Indonesia. Detik, misalkan, dengan 750 artikel terbitan, atau bahkan CNN Indonesia dengan 268 artikel terbitan,” pungkas Falah.

Berkaitan dengan hal tersebut, CfDS menjumpai sentimen publik yang relatif negatif dan skeptis terhadap judi online. Dari total 17.250 posts media sosial X yang ditelaah oleh CfDS, terdapat 13.788 posts bersentimen negatif. Sentimen judul berita yang membahas tentang judi online di
media digital pun tidak jauh berbeda, dengan judul bersentimen negatif sebanyak 1.329 judul dari total 1.439 judul.

Beberapa kata kunci yang kerap disebutkan oleh publik, baik dalam media sosial X maupun media digital, seperti “Apin BK”, “Wulan Guritno”, “Bos Apin”, “main judol”, “judol pinjol”, “@ccicpolri @divhumaspolri”, “judol @partaisocmed”, dan masih banyak lagi. “Menarik untuk
diketahui bahwa fenomena judi online ini ternyata juga lekat dengan tren pinjaman online (pinjol) di Indonesia, seperti ada korelasi tertentu antara kedua fenomena tersebut,” tambah Irbah.

Meskipun mayoritas diterpa oleh komentar-komentar negatif, tren judi online di Indonesia ini tetap menimbulkan reaksi-reaksi positif dari kalangan masyarakat. CfDS mendapati beberapa headline artikel media digital tentang judi online dengan sentimen positif, seperti “Percaya Deh!
Binary Option Sama dengan Judi Online. Nih Buktinya”, “Barang Mewah untuk Anak yang Ultah dari Bos Judi Online Apin BK”, dan lain-lain.

Dari dinamika perdebatan seputar fenomena judi online di Indonesia ini, tim riset CfDS sepakat bahwa memang terdapat pro dan kontra terkaitnya. “Di media sosial X dan dari beragam artikel media digital, ada saja pendapat negatif dan positif masyarakat dalam memandang maraknya kegiatan judi online di Indonesia,” simpul Daffa. “Ada yang membahas seberapa ‘cuan’nya menjadi pemain judi online, ada yang bersikeras agar judi online diberantas, ada yang sangat khawatir atas dampak buruk yang mungkin ditimbulkan, bermacam-macam sekali reaksi masyarakat,” tambah Daffa.

Dalam menghadapi kompleksitas fenomena judi online, riset CfDS memberikan gambaranbahwa masyarakat memiliki pandangan yang beragam. Terdapat pro dan kontra terkait dampak ekonomi, sosial, dan moral dari judi online. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku jabatan lainnya dalam mengawasi dan mengendalikan aktivitas judi online, demi melindungi masyarakat dan mencegah kerugian yang mungkin timbul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *