Gelandang Jerman Havertz Temukan Performa Terbaiknya di Arsenal

Ingetberita.com, Jakarta –Di saat Arsenal bersiap untuk menghadapi sisa musim yang krusial, performa Kai Havertz bisa menjadi kunci untuk mengakhiri puasa gelar Liga Premier mereka.

Gelandang Jerman tersebut, yang didatangkan dari Chelsea dengan biaya 65 juta poundsterling oleh manajer Mikel Arteta musim panas lalu, awalnya diragukan kemampuannya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Granit Xhaka yang hengkang ke Bayer Leverkusen.

Read More

Havertz, 24 tahun, sebelumnya pernah mencetak gol kemenangan untuk Chelsea saat mengalahkan Manchester City 1-0 di final Liga Champions 2021. Namun, ia kesulitan karena seringnya pergantian manajer dan perubahan posisi di level klub dan tim nasional, yang membuatnya tampil kurang konsisten.

Periode ini berlanjut hingga awal kedatangannya di Arsenal sampai ia akhirnya membuka catatan golnya di liga pada pekan ke-7.

Meskipun awal yang lambat di Arsenal, Havertz kini berhasil membungkam para kritikusnya. Kepercayaan Arteta pada kemampuan menyerang Havertz, yang tidak didapatkan di Chelsea, menjadi faktor kunci.

Dengan tinggi badan 1,93 meter, ia menjadi titik tumpu serangan Arsenal yang handal. Layaknya tank lincah, ia menghadirkan tantangan berarti bagi pemain bertahan lawan dengan kelincahannya.

Kecerdasan Arteta dalam memanfaatkan fleksibilitas Havertz menutupi absennya Gabriel Jesus dan Thomas Partey, sehingga membuat Arsenal lebih kreatif dan berbahaya di lini tengah dan depan.

Havertz berkontribusi dengan satu gol dan satu assist dalam kemenangan telak 6-0 atas Sheffield United pada Senin malam, membawa catatan musimnya menjadi tujuh gol dan tiga assist, menjadikannya pemain Arsenal kelima yang mencapai dua digit dalam raihan gol dan assist.

Melawan Burnley, skill Havertz terpancar dengan elegan saat ia melewati pemain bertahan untuk mencetak gol.

“Saya suka berada di lapangan, dan saya bukan pemain yang hanya terpaku pada satu posisi,” kata Havertz.

Kecocokannya dengan pemain sayap Brasil Gabriel Martinelli semakin meningkat, dengan torehan assist beruntun di pertandingan liga. Flank kiri Arsenal dengan cepat muncul sebagai landasan serangan, menyaingi kehebatan flank kanan Bukayo Saka, dan memicu daya gedor eksplosif The Gunners dalam pertandingan اخیر.

The Gunners mengumpulkan 24 gol dalam lima pertandingan liga terakhir mereka, mempertahankan rekor kemenangan sempurna, dengan Havertz berkontribusi tiga gol dan dua assist hanya dalam tiga pertandingan terakhir.

Ancaman seimbang dari kedua sayap membuat tim lawan kesulitan menyusun rencana strategi bertahan.

Selain itu, penampilan Havertz melawan tim papan atas menuai pujian. Permainan strategisnya menjadi krusial dalam kemenangan Arsenal atas Manchester City dan Liverpool.

Dengan Liverpool dan City yang akan saling berhadapan pada hari Minggu ini, Arsenal mengincar kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen. Dan para penggemar Arsenal tengah menatap trofi Liga Premier kembali ke London Utara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *