Hindari Konflik Warga Kota Bekasi Harus Jadi Masyarakat Berbudaya Hukum

Ingetberita.com, Bekasi- Seiring makin berkembang dan majunya kota Bekasi juga akan berdampak pada berbagai lini kehidupan masyarakatnya.

Perluasan pemukiman, berdirinya mall megah, apartment yang terus akan bertambah sebagai simbol modernisasi disatu sisi, juga munculnya berbagai masalah hukum akibat kemajuan ekonomi.

Praktisi Hukum Bekasi, Anton R Widodo SH menilai jka warga  Bekasi tidak segera memiliki kesadaran hukum niscaya akan banyak ditemukan konflik-konflik sosial, budaya dan ekonomi yang mau tidak mau harus diselesaikan di meja hijau.

“Karena itulah pentingnya masyarakat kota Bekasi memiliki budaya hukum. Praktisi hukum harus berdedikasi mengajak masyarakat untuk berbudaya hukum di era modern ini.

Banyak kasus ditemukan karena tidak adanya budaya hukum di masyarakat, dan akhirnya ya konflik berkepanjangan” Ujar Anton R Widodo SH.

Anggota Kongres Advokat Indonesia ini yakin warga Kota Bekasi akan mudah berbudaya hukum asalkan seluruh aparat penegak hukum dan pejabat publik memberikan contoh dan tauladan yang baik. Selain itu pembinaan dan pendampingan hukum pun harus diberikan secara berkelanjutan utamanya buat generasi muda dan warga yang jauh dari pendidikan formal.

“jika ini dilakukan dan menjadi gerakan dari seluruh praktisi hukum, niscaya kita akan melihat warga Bekasi menjadi masyarakat sadar hukum dengan pelayanan optimal dari pejabat pemerintahan”, tambah Anton.

Sebagai pelaksana hukum, Anton mengaku saat ini sering menemukan masih banyak warga yang tidak melakukan budaya hukum utamanya terhadap aset-aset keluarga, sehingga menimbulkan konflik sedarah. Hal ini harus dihindari, jika konflik sedarah saja bisa terjadi, apalagi diluar itu, akan mudah memicu kekacauan dan pertikaian yang biasanya berlangsung sangat lama dan sulit untuk didamaikan. (MB/IB)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *