Mantap! Perjalanan Karir Subakti dari Kameramen, Sutradara dan Kini Sebagai Produser

Ingetberita.com,Yogyakarta – Subakti Is, seorang nama terkemuka dalam industri perfilman Indonesia, telah kembali dengan peran baru sebagai produser film horor. Subakti yang sebelumnya dikenal sebagai seorang kameramen dan sutradara sukses, kini berusaha membuktikan dirinya sebagai produser yang mumpuni.

Awal karir Subakti sebagai kameramen (DOP) telah mencakup sejumlah film terkenal, termasuk “Lukisan Berlumur Darah,” “Malam Satu Suro” dengan Suzanna, “Santet 2” dengan Suzanna, “Dewi Angin” dengan Inneke Koesherawati, “Outside Fugitive” dengan Ayu Azhari, “Jaringan Terlarang,” “Tutur Tinular 2,” dan masih banyak lagi.

“Saya mengawali karir sebagai produser setelah berperan sebagai kameramen, atau dalam istilah anak muda saat ini, DOP (Direktur Of Photography),” ungkap Subakti dalam sebuah wawancara di hotel Djangkar Bumi di Wonosari Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Selasa 6 November 2023.

Setelah membuktikan dirinya sebagai DOP yang berkualitas, Subakti menjalani karir sebagai sutradara “Pernikahan Dini,” yang memperkenalkan nama Subakti Is ke dalam dunia penyutradaraan.

Film-film seperti  “Pemburu Teroris”, “Laskar Cilik”, dan banyak film lainnya membuatnya menjadi sutradara yang sukses.

“Bersyukur film-film yang saya arahkan selalu mendapatkan Berbagai yang baik,” kata Subakti dengan bangga.

Setelah sukses sebagai sutradara, Subakti, yang memiliki tiga anak, kembali ingin meningkatkan kemampuannya dengan menjadi produser asosiasi di Soraya Intercine Film dan rumah produksi besar lainnya. Melalui film “Syirik” produksi Ganesa Films, Subakti bertekad untuk membuktikan kualitasnya sebagai seorang produser film yang mumpuni.

Dengan kehadiran pemain-pemain terkenal seperti Kinaryosih, Donny Alamsyah, Nikita Mirzani, Teuku Rassya, dan Richelle, Subakti yakin bahwa film “Syirik” akan sukses besar.

Subakti menambahkan bahwa cerita film “Syirik” diangkat dari kisah nyata dan mengusung nuansa horor yang berbeda dari film-film sebelumnya.

Sebagai seorang kreator, Subakti memilih lokasi syuting yang sesuai dengan cerita untuk memastikan penonton benar-benar terlibat dalam kisahnya. Untuknya, biaya yang meningkat adalah investasi dalam menghasilkan karya berkualitas.

“Untuk menghasilkan karya yang bagus dan berkualitas, memang memerlukan biaya yang besar. Seperti yang dikatakan orang bijak, jika Anda ingin mendapatkan ikan besar, maka pakannya juga harus besar,” ungkap Subakti Is.

Dengan keberanian dan komitmennya dalam menghasilkan film berkualitas, Subakti siap kembali ke dunia perfilman Indonesia sebagai seorang produser yang mampu memberikan pengalaman menonton yang tak terlupakan. (**)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *