Meta Akan Mulai Beri Label pada Konten Video, Audio, dan Gambar yang Dihasilkan oleh AI

Ingetberita.com,Jakarta – Meta mengumumkan  akan mulai memberi label pada media yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) mulai bulan Mei.

Perusahaan media sosial raksasa tersebut menambahkan mereka tidak akan lagi menghapus gambar dan audio yang dimanipulasi selama tidak melanggar aturan , dan akan mengandalkan labelisasi dan kontekstualisasi untuk tidak melanggar kebebasan berbicara.

Perubahan ini sebagai tanggapan atas kritik dari dewan pengawas Meta yang secara independen meninjau keputusan moderasi konten Meta.

Dewan tersebut pada bulan Februari meminta Meta untuk segera mengubah pendekatan mereka terhadap media yang dimanipulasi mengingat kemajuan besar dalam kecerdasan buatan dan kemudahan dalam memanipulasi media menjadi deepfake yang sangat meyakinkan.

Peringatan dari dewan tersebut muncul di tengah-tengah kekhawatiran akan penggunaan yang meluas dari aplikasi yang didukung kecerdasan buatan untuk disinformasi di platform-platform pada tahun pemilihan yang krusial tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia.

Label baru Meta dengan keterangan “Dibuat dengan AI” akan mengidentifikasi konten yang dibuat atau diubah dengan kecerdasan buatan, termasuk video, audio, dan gambar. Selain itu, label yang lebih menonjol akan digunakan untuk konten yang dianggap berisiko tinggi menyesatkan masyarakat.

“Kami setuju bahwa memberikan transparansi dan konteks tambahan adalah cara yang lebih baik untuk mengatasi konten ini,” kata Monika Bickert, Wakil Presiden Kebijakan Konten Meta.

“Label-label tersebut akan mencakup berbagai jenis konten selain dari konten yang dimanipulasi yang direkomendasikan oleh Dewan Pengawas,” tambahnya.

Teknik penandaan baru ini terkait dengan kesepakatan yang dibuat pada bulan Februari di antara raksasa teknologi utama dan pemain kecerdasan buatan untuk bekerja sama dalam menindak konten yang dimanipulasi untuk menipu pemilih.

Meta, Google, dan OpenAI sudah sepakat untuk menggunakan standar penandaan  umum yang akan menandai secara tidak terlihat gambar yang dihasilkan oleh aplikasi kecerdasan buatan mereka.

“Mengidentifikasi konten AI lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi kemungkinan akan ada celah-celah,” kata Nicolas Gaudemet, Direktur AI di Onepoint,

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *