Shiroshima Indonesia Menciptakan Jejak Batik yang Eco-friendly

Ingetberita.com,Jakarta – Dian Nutri Justisia Shirokadt menciptakan Shiroshima Indonesia pada bulan Agustus 2019, menandai langkah berani dalam industri tekstil Indonesia.

Meskipun banyak yang tertipu oleh namanya yang terdengar seperti bahasa Jepang, Shiroshima sebenarnya menggabungkan dua kata dengan nilai budaya Indonesia yang kuat.

Kata “Shiro” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “kamu”, sementara “shima” merujuk pada tokoh ratu legendaris dari Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah. Ratu Sima terkenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya, membawa kejayaan bagi kerajaannya.

Visi Shiroshima adalah memposisikan pengguna sebagai “raja” atau “ratu” dengan produk-produk berkualitas tinggi dan desain yang menawan, untuk masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Shiroshima Indonesia

Dian dengan latar belakang pengalaman dalam industri furniture dan tekstil, melihat potensi dalam revitalisasi batik untuk generasi muda Indonesia.

Melihat bahwa banyak kaum muda enggan menggunakan batik tradisional karena motif-motifnya yang terkesan tua dan ramai, Shiroshima menciptakan batik dengan sentuhan modern dan sederhana.

“Awalnya berdiri karena dengan adanya permasalahan kaum muda Indonesia yang enggan menggunakan batik. Saya bekerja di Singapura selama sembilan tahun itu awam banget dengan batik. Tetapi saya melihat batik itu sebenarnya bisa dikreasikan dengan lebih modern dan simple sehingga anak muda mau untuk menggunakan batik yang pada umumnya berat, terkesan tua dengan motif yang ramai dan warnanya kurang menarik. Sehingga anak muda enggan menggunakan batik dan prefernya menggunakan busana yang ada di mal-mal yang kebanyakan non batik,” tutur Dian.

Shiroshima pun mempersembahkan batik dengan motif-motif yang terinspirasi dari keindahan alam Indonesia, dengan warna-warna yang menarik dan tidak terlalu berat. Shiroshima berkomitmen untuk memproduksi batik secara eco-friendly . Mereka menggunakan dua metode produksi utama: batik cap dan batik tulis.

Dalam proses produksi, Shiroshima berusaha untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah dan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Bahkan dalam proses pewarnaan, mereka menggunakan teknik yang hemat air dan dapat didaur ulang.

Shiroshima Indonesia

“Penerapan eco friendly, ada beberapa hal selama tiga tahun kami mengupayakan kebelanjutan lingkungan dalam proses batik. Dalam proses produksi batik yang terakhir ada proses Pelorodan atau peluruhan malam batik. Disitu habis kain selesai diproduksi kemudian digodok supaya malem batik itu luruh. Disana malam batik yang dipanaskan kita saring dengan airnya. Malam batik kita proses ulang dengan gondorukem sehingga di malam batik itu dapat digunakan lagi keesokan harinya,” terang Dian.

Selain berfokus pada pasar lokal, Shiroshima juga berani mengeksplorasi pasar internasional. Mereka telah tampil di berbagai acara mode bergengsi seperti Paris Fashion Week, membawa sentuhan unik batik Indonesia ke panggung internasional. Kolaborasi dengan industri furniture lokal juga menjadi bukti komitmen Shiroshima dalam menjaga keberlanjutan industri lokal.

Shiroshima tidak hanya memproduksi pakaian, tetapi juga tas dan aksesoris dari kain-kain perca, meminimalisir limbah dan menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dengan menggandeng lebih banyak pembatik lokal, Shiroshima berharap dapat meningkatkan apresiasi terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia di tingkat global, sambil membantu perekonomian lokal.

Shiroshima Indonesia pun menjadi salah satu cerminan dari semangat inovasi dan keberlanjutan dalam industri tekstil Indonesia. Melalui perpaduan antara tradisi dan modernitas, Shiroshima membawa batik Indonesia ke panggung global, menjadikannya lebih relevan dan dihargai oleh generasi masa kini dan masa depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *