Tim Gabungan Temukan Kebocoran pada Sistem Pengereman Bus yang Alami Kecelakaan di Ciater, Subang

Ingetberita.com,Jakarta- Tim gabungan yang terdiri dari polisi, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Dishub Kabupaten Subang, Dishub Jawa Barat, dan APM (Agen Pemegang Merk) telah melakukan pemeriksaan terhadap bangkai bus dengan nomor polisi AD 7524 DG di Ciater, Subang. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebocoran pada sistem pengereman bus tersebut. Baca Juga: Dukung UMKM Kian Maju, Sejumlah Kepala Daerah di Jabar Apresiasi Sampoerna dan INOTEK

Pemeriksaan dilakukan oleh tim dari APM pada bus yang sebelumnya mengangkut pelajar dari SMK Lingga Kencana Depok dan mengalami kecelakaan pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Kecelakaan tersebut menyebabkan 11 orang meninggal dunia, dimana sebagian besar korban adalah pelajar, satu orang guru, dan satu pengendara sepeda motor.

Pemeriksaan tersebut mencakup semua bagian penting pada bus, termasuk sistem kendali, sistem rem, mesin, dan aspek keamanan lainnya.

“Kami, dari Dinas Perhubungan Subang, hari ini melakukan pengujian terkait kecelakaan lalu lintas di Ciater. Bersama tim penguji kendaraan dari Subang, Lantas Dishub Provinsi Jabar, kami melakukan berbagai pemeriksaan yang berkaitan dengan kecelakaan ini. Hasilnya akan menjadi pedoman bagi kami dalam memberikan keterangan di persidangan nanti,” ujar Jamaludin Kabid Lalin Dishub Subang pada Senin (13/05). Baca Juga : Pelabuhan Kali Adem Dipadati Pengunjung Kepulauan Seribu

“Saatan ini kami sedang menyelidiki penyebab kecelakaan ini. Informasi yang kami terima menunjukkan adanya kebocoran dalam sistem pengereman kendaraan ini, baik dari segi oli maupun gas atau angin yang keluar,” tambahnya.

Selain itu, pemeriksaan juga mengungkap bahwa bus PO Putera Fajar, yang berkantor di Wonogiri, memiliki mesin tahun 2006 dan telah melewati batas uji KIR (Kendaraan Bermotor yang Layak Operasi).

“Untuk PO saat ini belum dapat kami temui, mereka beralamat di Wonogiri. Kami belum mendapatkan informasi apakah mereka sudah pindah ke Bekasi atau tidak, hanya informasi bahwa mesin bus ini berasal dari tahun 2006. Bus ini sebenarnya sudah menjalani uji KIR, namun masa berlaku uji tersebut telah habis pada tanggal 6 Desember 2023. Saat ini, bus ini belum menjalani uji KIR kembali,” jelas Jamaludin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *