Vestora Platform Berbasis Syariah untuk Sukuk Crowdfunding di Indonesia

Ingetberita.com,Jakarta – Vestora, platform berbasis syariah untuk sukuk crowdfunding, resmi meluncurkan diri dalam acara soft launch di restoran TWS Dining & Bistro, Wijaya, Jakarta. Dengan fokus pada pendanaan melalui skema Securities Crowdfunding (SCF), Vestora hadir sebagai marketplace digital yang menghubungkan investor dengan UKM yang membutuhkan dana.

Acara soft launching Vestora dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bpk. Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, dan Ibu Siti Ma’rifah Maruf Amin, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI. Keduanya memberikan ucapan selamat atas soft launching perdana Vestora, yang dipimpin oleh Putri Madarina, CFP®, IFP®, pendiri perempuan pertama yang berhasil mendapatkan izin fintech crowdfunding dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Vestora menghadirkan inovasi dengan mengintegrasikan skema crowdfunding ke dalam bentuk efek SCF, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang melakukannya. Pendekatan ini memberikan kejelasan dan transparansi kepada investor, dengan proyek-proyek yang ditawarkan disampaikan dalam bentuk prospektus. Investasi di Vestora juga memberikan kepastian dengan efek yang tercatat di KSEI sebagai bukti investasi.

Dalam sambutannya, Putri Madarina, atau Puma, sebagai Founder dan CEO Vestora, menegaskan komitmen platform untuk mengedepankan transparansi, integritas, dan prinsip syariah. “Prinsip kami dalam menjalankan Vestora sebagai platform Sukuk Crowdfunding adalah mengedepankan transparency dan integrity, dan juga prinsip syariah yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan keterbukaan informasi sehingga investor dapat membuat keputusan investasi dengan lebih objektif,” ujar Puma.

Investor yang memilih Vestora dapat mengharapkan imbal hasil mulai dari 15% per tahun dengan rata-rata tenor proyek antara 3-6 bulan. Meski demikian, Puma memberikan peringatan bahwa setiap investor perlu memahami kondisi keuangan, kesiapan investasi, dan risiko yang mungkin dihadapi. Investasi di sukuk crowdfunding memiliki risiko seperti instrumen investasi lainnya.

Sebagai langkah awal, Vestora telah berhasil membiayai tiga proyek pada masa pre-launch, dan dua di antaranya telah mengembalikan dana investasi dengan imbal hasil rata-rata 17,7% per tahun. Platform ini juga menjamin kualitas proyek dengan melakukan verifikasi, analisis mendalam, dan terus meningkatkan kemampuan untuk memantau proyek yang mendapatkan pendanaan.

Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), Nandana Pawitra, menyambut baik langkah Vestora dalam industri SCF. “Sebagai industri yang tergolong baru, sampai saat ini industri SCF telah menyalurkan pendanaan sampai dengan Rp 1,1 T. Hal ini luar biasa mengingat penyaluran dana SCF 100% untuk pendanaan produktif. ALUDI berharap Vestora juga dapat terus mengibarkan sayapnya dan memberikan kontribusi yang lebih tinggi kepada industri dan masyarakat.”

Dengan diresmikannya Vestora, diharapkan platform ini dapat menjadi kekuatan baru dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pendanaan yang lebih inklusif dan berbasis syariah. Para calon investor sudah dapat mengakses web platform Vestora untuk melakukan investasi dengan nilai mulai dari Rp 1 juta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *