Villa Private Jet GDS di Bali Selatan Terus Dipasarkan di Indonesia

Ingetberita, Jakarta – Geometrium Design Studio (GDS), sebuah perusahaan desain dan arsitektur terkemuka asal Rusia, mengkhususkan diri dalam desain kontemporer dengan bahan-bahan alami ramah lingkungan yang didirikan lebih dari 10 tahun oleh Aleksei Ivanov dan Pavel Gerasimov resmi meluncurkan mahakarya unggulan di Indonesia, yakni Villa Private Jet dengan berbagai keunikannya.

GDS memanfaatkan badan pesawat Boeing 737 yang terletak 150 meter di atas permukaan laut di tebing Pantai Nyang Nyang Bali. Villa Private Jet menawarkan pengalaman unik dan menarik bagi pelancong yang ingin merasakan penginapan layaknya jet pribadi dengan pemandangan yang tak tertandingi dari Samudra Hindia.

Redaksi diundang panitia pada konferensi pers yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Senayan Jakarta Selatan. Berikut petikan sebagian konferensi pers exclusive serta sesi Q&A (tanya jawab) CEO GDS Aleksei Ivanov.

Pers (P): *Sampai sejauh mana optimisme GDS terhadap perekonomian Indonesia 2023 sampai bisa terus berlanjut, sehingga (GDS) berusaha memasarkan produk dan jasa pembangunan villa private jet* ?

GDS: Saya sangat optimis dengan pasar Indonesia. Saya sudah sering traveling. Sebelumnya saya tidak tahu (kondisi perekonomian Indonesia), dan tidak melihat (sebelumnya) kondisi ekonomi Indonesia bisa seperti ini. Bahkan sejauh pengamatan saya, roda perekonomian Indonesia terus berputar, pertumbuhan di atas empat persen. Saya juga sudah buat studi banding, observasi pertumbuhan ekonominya.

Faktanya, dengan perbandingan (ekonomi negara lain), Indonesia yang lebih baik. Sehingga saya memutuskan di negara mana yang tepat untuk berbisnis. Saya pernah ke Jerman, Uni Emirat, dan negara lainnya.

Saya mengobservasi kondisi di negara-negara sampai akhirnya pada keputusan untuk bisnis. Saya lihat kondisi Indonesia sangat menarik, berkembang, investasi terus masuk. Orang Indonesia juga travel (liburan) ke Asia, Eropa. Orang Indonesia juga mengisi waktu luang dengan hiburan film-film, selain travel, serta menikmati arsitektur, interior.

Tingkat apresiasi orang Indonesia terhadap seni arsitektur, interior terus meningkat. Saya berusaha menciptakan berbagai karya, bangunan dengan kualitas arsitektur yang menarik. Sehingga saya bisa mengangkat industri property Indonesia juga.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, budaya Indonesia yang unik termasuk arsitektur, seharusnya tidak dengan copy paste dari luar. (apresiasi) perlu dengan improvisasi budaya arsitektur Indonesia yang sudah baik. Ide, perpaduan budaya lokal bisa menciptakan pariwisata inbound (lokal).

Hal ini juga bisa dibarengi dengan inovasi arsitektur, misalkan memanfaatkan container, panel kayu, dan lain sebagainya untuk daya tarik wisata. Semua elemen termasuk container, panel kayu yang bekas dimanfaatkan utk pengayaan arsitektur. Inovasi arsitektur bisa untuk daya tarik wisata lokal atau expatriate yang memilih tinggal disini.

*GDS fokus pada industri pariwisata juga? Bagaimana dengan penjajakan kerjasama operator hotel* ?

Awalnya, kami berhasil membangun Villa Private Jet, sebuah proyek unggulan. Ini menjadi bukti kreativitas dan perhatian mereka terhadap detail. (villa) terletak di tebing Pantai Nyang Nyang di Bali, villa ini dibangun dengan memanfaatkan badan pesawat Boeing 737.

Geometrium Design Studio memiliki Perjalanan Visioner dalam Desain dan Hunian Mewah. Hal ini, menawarkan pengalaman kemewahan yang tak tertandingi. Mengubah pesawat menjadi ruangan layak huni merupakan tugas yang sangat kompleks. Setiap elemen Villa Private Jet merupakan hasil dari perencanaan cermat dan hati-hati.

*Inovasi GDS juga kombinasi desain arsitektur dan industri wisata* ?

Kami lebih ingin mengembangkan hunian dengan desain arsitektur unik di Indonesia. Pariwisata bukan target utama GDS. Tapi industri pariwisata bisa bersinergi dengan produk serta jasa GDS. Sewaktu pesawat sudah di install (di tebing Pantai Nyang Nyang, Bali), banyak yang berdatangan. foto-foto instagramable, follower nya sampai jutaan.

Villa dengan keunikan ini berhasil menarik orang-orang. Di sekeliling lokasi, harga tanah dan NJOP (nilai jual objek pajak) bangunan dan tanah meningkat, dan mendorong pembangunan café, resto, night club, kami terbuka untuk bekerjasama membangun (villa), dan bukan semata-mata pada object nya saja, tapi juga sekelilingnya.

*Bagaimana proses instalasi vila private jet tersebut? Apakah menggunakan pesawat yang baru atau sudah bekas* ?

Instalasi proyek ini (villa), waktu (pesawat) mau dibawa ke lokasi, ada empat bagian. (ke empat bagian) berupa (bagian) cockpit atau kepala, ekor, wings (sayap) kiri dan kanan. Persiapannya sekitar satu bulan. Transportasi dengan truk-truk besar, pengangkut empat bagian tersebut ke lokasinya di tebing Nyang Nyang, Bali Selatan.

Ada beberapa proyek lain, dengan pesawat, tapi untuk market yang murah seperti hostel. Kalau yang ini (villa oleh GDS), kami memanfaatkan private jet. (selama ini) belum ada yang bisa membangun vila private jet. Villa kami, pengguna bisa travelling di pesawat pribadi sendiri. Dengan pesawat jet privat, kita bisa terbang dan mendarat dimanapun. Kami memutuskan mendarat di Nyang Nyang Bali Selatan, 150 meter di atas permukaan laut, di tepi jurang.

*Tingkat kesulitan* ?

Karena idenya unik, proyek ini sangat sulit. Karena (pembangunan vila private jet) memang belum ada yang bisa baik dari segi yuridis, maupun pekerjaan konstruksi/strukturnya. Pesawat bukan berbentuk bangunan, tapi ruangannya bulat, lebar, menyempit dan lain sebagainya dengan tingkat kesulitan masing-masing. Sehingga semua dinding dibuat custom, dibuat khusus.

Kondisi di Bali, sangat disayangkan, masih sulit menemukan orang-orang (tukang/pekerja) yang bisa membangun. Kalau di Jakarta, masih ada pekerja yang bisa dan terampil mengerjakan. Ada beberapa kali, kami dan pekerja bongkar pasang.

Ada beberapa elemen yang diperlukan. Pintu dari Boeing 737, kami tidak bisa beli di Boeing. Proyek ini sulit, karena tidak ada standarisasinya. Kita bangun villa ini di Bali Selatan karena client kami memang di Bali. Dia kebetulan orang Rusia dan sudah 10 tahun menetap di Bali. Client kami memilih Bali juga pertimbangan lalu lintas wisatawan yang jauh lebih intens dibanding daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Saya sering travel di Indonesia dan menemukan banyak daerah-daerah wisata yang tidak kalah menariknya. Tapi lalu lintas wisatawan lebih intens di Bali. Saya pernah ke Nias (Sumatera Utara), beberapa daerah di pulau Sumatera dan lain sebagainya. Tapi Bali ibaratnya sudah menjadi icon wisata Indonesia. Banyak orang di luar negeri mengenal Bali, tapi tidak tahu kalau Bali ada di Indonesia.

Sebagai perbandingan (potensi pariwisata) Bali dengan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Indonesia sudah membangun sirkuit internasional di Mandalika. Sirkuit balap yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, tapi belum ada koordinasi yang intens dengan stakeholders pariwisata di Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *